fbpx

Tak hanya masker, sabun mandi dan hand sanitizer yang diserbu orang saat pandemi corona. Alcohol swab ternyata juga menjadi barang langka karena banyak orang menganggap mereka membutuhkannya untuk sekadar membersihkan permukaan telepon genggam atau meja kerja akibat panic buying.

Padahal, kebutuhan alcohol swab di rumah sakit semakin meningkat dan tentunya dibutuhkan untuk hal krusial. Alcohol swab sangat dibutuhkan oleh berbagai fasilitas kesehatan untuk mensterilkan permukaan kulit yang akan disuntik.

Sterilisasi permukaan kulit penting dilakukan agar tidak ada bakteri yang ikut masuk ke dalam kulit, saat tusukan jarum membuka sedikit permukaan kulit. Melihat terus meningkatnya jumlah pasien COVID-19 yang harus dirawat di rumah sakit dan diinfus, maka kebutuhan alcohol swab pun tentu mengalami kenaikan.

Apa itu alcohol swab?

Alcohol swab berbentuk seperti tisu basah yang diberikan seperti saat Anda membeli air mineral ukuran galon. Alcohol swab mengandung isopropyl alcohol 70% sebagai bahan aktif yang bisa membunuh bakteri maupun patogen lain.

Tujuan dibuatnya alcohol swab sebenarnya adalah sebagai antiseptik yang praktis di fasilitas kesehatan. Umumnya, alcohol swab digunakan untuk membersihkan permukaan kulit sebelum disuntik. Selain itu bahan ini juga dapat dipakai untuk membersihkan luka gores.

Alcohol swab dapat digunakan untuk membersihkan luka bakar, tapi yang levelnya paling ringan. Sementara itu, isopropyl alcohol sendiri dalam bentuk lain, bisa digunakan untuk membantu mengurangi rasa sakit otot yang ringan.

Meski terlihat praktis, ada beberapa peringatan yang harus diperhatikan saat menggunakan alcohol swab, yaitu:

  • Bahan ini sangat mudah terbakar.
  • Hanya bisa digunakan untuk membersihkan permukaan kulit bagian luar dan bukan untuk luka yang dalam, apalagi dikonsumsi.
  • Wajib digunakan di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik, karena menghirup udara yang sudah terpapar bahan ini, bisa beracun.

Alcohol swab juga bisa berbahaya apabila mengenai mata dan digunakan di area kulit yang luas. Bahan ini harus dijauhkan dari anak-anak dan segera dibuang setelah digunakan.

Alcohol swab berbahaya jika digunakan tanpa pengawasan tenaga medis

Alcohol swab mengandung alkohol dalam dosis yang cukup tinggi. Sehingga, jika Anda menggunakannya sembarangan, ada risiko efek samping yang mungkin terjadi, misalnya alergi. Kulit Anda bisa saja menjadi kering, sehingga memicu reaksi gatal-gatal.

Bukan dengan alcohol swab, ini cara membersihkan benda dan kulit untuk bunuh virus corona

Alcohol swab sangat dibutuhkan oleh berbagai fasilitas kesehatan, apalagi di saat pandemi seperti sekarang. Jadi, jika Anda membelinya dalam jumlah besar, tentu akan merugikan bagi para tenaga medis..

Lagipula, ada cara lain yang lebih mudah dan murah untuk membersihkan permukaan benda-benda dari virus, yaitu dengan Cleanzer. Cleanzer adalah tisu basah antiseptik yang memiliki kadar alkohol ethyl 70% sehingga efektif mencegah penyebaran virus dan bakteri. Cleanzer memberikan sensasi dingin yang dapat bertahan hingga 1 jam setelah pemakaian, dan aman digunakan di kulit maupun benda lain karena sudah sesuai standar WHO dan terdaftar di BPOM.

Alkohol ethyl 70% atau cairan desinfektan yang telah terdaftar dalam Environmental Protection Agency (EPA) diharapkan efektif untuk mengatasi virus corona baru atau COVID-19 karena mengandung zat aktif quaternary ammonium, hidrogen peroksida, dan peroxyacetic acid.

Cukup usapkan Cleanzer ke tangan atau benda-benda yang ingin Anda bersihkan dari virus corona. Dengan tidak membeli barang-barang kebutuhan medis secara berlebihan, Anda sudah membantu para tenaga medis yang sedang berjuang menyembuhkan para pasien corona.

%d bloggers like this: